Cari Blog Ini

27 Januari, 2010

How to make Paper Quiling Cards


By: Yuliyana

On Saturday 28.11.2009, me and some friends made some paper quilling cards at Cakung Learning House. Before we started, we had to wash our hands. Hands should be clean and we cannot work and eat at the same time. After our hands were cleaned, we started to roll the paper pieces to shape.

We made a lot of shape variation to be stamped on cards that were provided for that. The shapes that we made were Christmas tree, Christmas candle, Santa Claus’ stick and presents.

After we shaped them, we started to stick the paper quilling on the cards. We sold the finished products for 7500 Rupiah per piece.

Today every kid can make 1 card. In the afternoon, we tidied things up and sent the sisters home.

Translated by Maureen Lintong

Cara Membuat Kartu Paper Quilling


Karya Yuliyana

Sabtu 28 November 2009, saya dan teman-teman belajar membuat paper quilling di rumah belajar Cakung. Sebelum mulai membuat, kita harus mencuci tangan. Tangan harus bersih dan tidak boleh bekerja sambil makan. Saat tangan bersih, kami mulai menggulung irisan kertas HVS untuk dibentuk.

Kami membuat berbagai macam bentuk untuk ditempel pada kartu yang sudah disiapkan. Bentuk-bentuk yang coba kami buat, seperti pohon natal, lilin natal serta tongkat Sinterklaas & kado.

Selesai membentuk, kami mulai menempel hasil paper quilling pada kartu. Kartu yang sudah jadi, kami jual seharga Rp.7500,- per buah.

Hari ini masing-masing anak bisa menyelesaikan 1 buah kartu. Sore hari, kami membereskan perlengkapan dan mengantar Kakak-Kakak pulang.

How to make Chocolate


By Christine Yemima

Ingredients:
1 kg of dark chocolate
1 kg of white chocolate
Chocolate colouring

Tools:
Moulder
Stove
Pots
Spoon
Stainless steel cup
Knife
Chopping board
Plastic gloves
Plates
Bowl
Lollipop sticks
Refrigerator
Wrapping plastic
Colourful wire

Steps:
1. Prepare tools and ingredients
2. Make sure the moulder is clean
3. Before we start we should wash our hands clean and then use plastic gloves
4. First cut white chocolate on chopping board so it melts quicker when cooked. The purpose it so that it won’t be mixed up with the dark chocolate.
5. Cook white chocolate or steam it using a cup or stainless steel cup, put it inside a pot with water and put it on the stove.
6. Let the white chocolate melts, stir for a while uptil there is no more chocolate lump
7. After it melts, take the white chocolate away from the stove and put it in a bowl, then drop some chocolate colouring into it, you can put whatever colour you desire. Stir until the colour mixed well.
8. Pour chocolate using a spoon into the chocolate moulder.
9. Cook the dark chocolate with the same procedure as cooking the white chocolate.
10. After it is done, turn of the stove.
11. Pour dark chocolate into the chocolate moulder.
12. Put it in the fridge or freezer for approximately 10 minutes to harden the chocolate dough.
13. After chocolate is frozen, put chocolate onto a plate.
14. Wrap chocolate with plastic wraper and tie up with colourful wire. Chocolate is ready to serve.

Translated by Maureen Lintong

Cara Membuat Coklat


Karya Christine Yemima

Bahan – bahan
• 1 kg cokelat hitam 1 batang
• 1 kg cokelat putih 1 batang
• Pewarna cokelat

Alat – alat
• Cetakan coklat
• Kompor
• Panci
• Sendok
• Cangkir stainless steel
• Pisau
• Talenan
• Sarung tangan plastik
• Piring
• Mangkuk
• Stick Lollipop
• Kulkas
• Plastic wrap
• Plastik bungkus
• Kawat warna pengikat

Langkah – langkah
1. Siapkan alat dan bahan – bahan dengan lengkap.
2. Pertama, pastikan cetakan bersih dan higienis.
3. Sebelum melakukan kegiatan membuat coklat, cuci dahulu tangan sampai bersih, gunakan sarung tangan plastic.
4. Potong terlebih dahulu coklat putih di atas talenan, agar coklat cepat meleleh saat dipanaskan. supaya tidak tercampur dengan coklat hitam.
5. Coklat putih dimasak atau ditim dalam cangkir/mangkuk stainless stell yang diletakkan di atas air dalam panci, menggunakan kompor.
6. Diamkan coklat putih sampai meleleh, aduk-aduk sebentar sampai tidak ada lagi yang menggumpal.
7. Setelah cair, coklat putih diangkat, dan dimasukkan dalam mangkuk, lalu teteskan pewarna coklat sesuai warna yang diinginkan. Aduk hingga rata warnanya.
8. Tuang dalam cetakan menggunakan sendok atau alat pencetak coklat ke dalam cetakan coklat separuh tinggi cetakan.
9. Masak kembali coklat hitam dengan langkah-langkah seperti melelehkan coklat putih.
10. Setelah selesai, kompor dimatikan dan panci diangkat.
11. Coklat hitam dituang memenuhi cetakan.
12. Simpan dalam kulkas/freezer selama kurang lebih 10 menit agar coklat beku/keras.
13. Setelah beku, coklat dikeluarkan, diletakkan dalam piring.
14. Bungkus dengan plastic wrap, kemudian masukkan dalam plastic pembungkus & ikat dengan kawat warna. Coklat siap dihidangkan.

SELAMAT MENIKMATI

TABLE-MAKING 122x122cm


By Indria Sari

Materials:
1pc of plywood size 122 x 122 cm
2pcs timber size 4x6 cm length 576 cm
Cut these timber into :
4pcs timber length 122cm to support frame of the top of the table
1pc timber length 144cm
4pcs table legs length 32cm
2pcs side board for the table’s legs sized 122cm
1pc timber length 114cm to support the centre part
½ kg nails size 5 cm and 7cm

Tools :
Saw wood
Measurement tape
Hammer
Crowbar

The making process:
1. Prepare all materials and tools needed.
2. Measure the plywood sized 122 x 122cm
3. Measure the timber with
a. 4 pcs table frame sized 122cm
b. 1 pc middle support frame sized 144cm
c. 4 table legs length 32cm
d. 2pcs side board for the table legs sized 122cm
e. 1pc middle part of table legs sized 130cm
4. Cut all the timbers based on the measurement stated on point 3.
5. Nail these following items one by one:
• 2 table legs nailed to the right side of the table.
• Measure the leg of the table 5cm from the bottom, nail it onto the right side board of the table.
• 2 table legs nailed to the left side of the table.
• Measure the leg of the table 5cm from the bottom, nailed it onto the right side board of the table.
• The left and right side boards are glued and nailed with the front and back side boards.
• Then, nail the lower part of the leg with 1 middle side of the table leg.
• Then, nail the front and the back sides of the table with the middle side of the table.
• Now, we have built the frame of the table. To finalise it, nail the plywood onto the frame.

Translated by Anita Linggar

Cara Membuat Meja ukuran 122x122 cm


Karya:Indria sari

Bahan-bahan
1. 1 lembar tripleks ukuran 122x122 cm
2. 2 batang kaso ukuran 4x6 cm panjang 576 cm, dipotong menjadi :
- 4 potong kayu rangka meja sepanjang 122 cm
- 1 potong palang meja sepanjang 144 cm
- 4 potong kaki meja sepanjang 32 cm
- 2 potong bingkai sisi kaki meja sepanjang 122 cm
- 1 potong sisi tengah penyangga kaki meja sepanjang 114 cm
3. ½ kg paku ukuran 5 cm & 7cm

Alat –alat
1. Gergaji
2. Meteran
3. Palu
4. Linggis

Cara membuat
1. Siapkan bahan dan peralatan yang dibutuhkan.
2. Ukur tripleks ukuran 122x122
3. Ukur kaso dengan:
- 4 potong rangka meja ukuran 122 cm
- 1 potong rangka tengah meja ukuran 144 cm
- 4 potong kaki meja ukuran 32 cm
- 2 potong sisi kaki meja ukuran 122 cm
- 1 potong sisi tengah kaki meja ukuran 130 cm
4. Gergaji berdasarkan ukuran no.3
5. Paku satu persatu :
2 potong kaki meja dipaku dengan sisi meja kanan
Kaki meja diukur 5 cm dari bawah, paku dengan sisi kaki meja kanan
2 potong kaki meja dipaku dengan sisi meja kiri
Kaki meja diukur 5 cm dari bawah, paku dengan sisi kaki meja kiri
Sisi kiri dan kanan meja digabung dan dipaku dengan sisi depan dan belakang
Kemudian sisi bawah kaki dipaku dengan 1 sisi tengah kaki meja
Kemudian sisi depan dan belakang meja dipaku dengan sisi tengah meja
Kerangka meja pun selesai kemudian letakkan triplek di atas kerangka meja, dipaku.

Learning Evaluation




By Mala

On Sunday, 29 November 2009, the big and young kids were doing a learning evaluation in a form of contests. The young kids joined Math, Indonesian Language and English contests.

All the participants were divided into 5 groups. Group I has Adit, Nur and Zidan. Group II comprises of Jingga, Desi, Andrew, and Satria. Group III has Neng, Intan, Cynthia, Tia, Riri, Pedro, Kevin and Fani. While Group V consists of Yana, Mala, Jessica, Indri, Yemima and Yohanes.

Firstly, they conducted Indonesian Language contest then English and Math contests. The judge and supervisor for Group IV and V was Kak Debby. The Learning Evaluation started at 12.00 until 13.55 for Indonesian Language class where everyone created a personal story. After that, everyone created a story in English. Group I, II and III were assisted by Kak Vera, Kak Uju, Kak Lisa, Kak Mona and Kak Uwie.

After everyone gone through the theoretical knowledge contests, we continued with practical skill contests, especially for the big kids. They had to make a wooden table. There were 2 groups. Group I consists of Indri, Yana, Susi, Yulia, Jessica, and Ondo. While Group II comprises of Yemima, Mala, Yohanes, Kartini, Ester, and Zaka. The judge for table making was Kak Debby.

The first group made the table at Zidan’s house while the second group made the table at Ester’s house. During the table making, there was an unpleasant incident, Yana’s head was hurt by a nail. Some people were not happy as Ester’s father helped Group I to make the table. After the contest was finalised, we all took rest.

My friends and I then took a break. Some of us went home and some of us bought some nibbles. After that, we gathered at Cakung home-base to learn about the winner of the contests and for the prizes presentation.

The winner from Group I was Adit and from Group II was Jingga. While the winner of Group III was Cynthia, Group IV was Ester and Group V was Jessica. After presenting the prizes, we all tidied up Cakung home-base.

The big kids and I like to tidy up the house in order to keep it clean and comfortable for studying. We will be more motivated in studying if the house is tidy and clean. Some of us cleaned the carpet and put the new tables we made. My friend and I sent Kak Debby and her friends home. After that, we went home.

Translated by Anita Linggar

Evaluasi Belajar




Karya Mala

Pada Minggu 29 November 2009, anak besar & kecil mengikuti evaluasi belajar dalam bentuk lomba. Anak kecil mengikuti lomba Matematika, Bahasa Indonesia, dan Bahasa Inggris.

Seluruh anak-anak dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok I ada Adit, Nur, dan Zidan. Kelompok II ada Jingga, Desi, Andrew, dan Satria. Kelompok III ada Neng, Intan,Cynthia,Tia, Riri, Pedro, Kevin, dan Fani. Kelompok IV ada Susi, Kartini, Ester, Yulia, Ondo, dan Zaka . Sedangkan kelompok V ada Yana, Mala, Jessica, Indri, Yemima, dan Yohanes.

Pertama-tama diadakan lomba Bahasa Indonesia, kemudian bahasa Inggris dan matematika. Kelompok IV dan V juri & pengawasnya Kak Debby. Mulai evaluasi belajar pada pk.12.00 - 13.55 pelajaran bahasa Indonesia, membuat cerita pribadi setelah itu disusul bahasa Inggris. Kelompok I, II, dan III didampingi oleh Kak Vera, Kak Uju, Kak Lisa, Kak Mona, dan Kak Uwie. Sesudah lomba pengetahuan teoritis, kami lanjutkan pada lomba pengetahuan praktis untuk anak besar, yaitu membuat meja. Kelompok ketrampilan dibagi 2. Kelompok I ada Indri, Yana, Susi, Yulia, Jessica, dan Ondo. Sedangkan kelompok II ada Yemima, Mala, Yohanes, Kartini, Ester, dan Zaka. Juri membuat meja adalah Kak Debby.

Kelompok I membuat meja di rumah Zidan sedangkan kelompok II di rumah Ester. Saat membuat meja ada yang kepalanya terkena paku yaitu Yana dari kelompok I. Ada pula anggota kelompok yang marah-marah karena Bapak Ester membantu kelompok I. Sesudah lomba membuat meja selesai, kami semua beristirahat.

Saya dan teman-teman anak besar beristirahat. Ada yang pulang ke rumah dan ada pula yang jajan. Sehabis istirahat, kami semua berkumpul di rumah belajar Cakung, karena akan segera diumumkan pemenang lomba evaluasi belajar dan pembagian hadiah.
Pemenang dari kelompok I yaitu Adit, kelompok II yaitu Jingga. Kelompok III yaitu Cynthia, kelompok IV yaitu Ester, dan kelompok V yaitu Jessica. Selesai pembagian hadiah, kami semua merapikan rumah belajar.

Saya dan anak-anak besar merapikan rumah belajar supaya bersih dan nyaman agar belajarnya bisa lebih semangat. Ada yang merapikan karpet dan meja yang sudah dibuatnya.Saya dan teman lainnya mengantarkan kak Debby dan kawan–kawan pulang. Setelah itu, kami kembali ke rumah masing-masing.

Chicken Characteristics

By Enti

It has wattles
It has two eyes
It has left and right feet, and there are three toes in each of them
It has wings to fly over avoiding humans
It has colourful feathers

It likes to eat rice
It has beak to peck its food
It hatches 8 eggs
The hens always take care the chicks

Translated by Indriati Naland

CIRI-CIRI AYAM

Karya Enti

Ayam mempunyai jengger.
Ayam memiliki dua mata.
Ayam memiliki kaki kanan & kiri, dan memiliki tiga jari pada masing-masing kaki.
Ayam mempunyai sayap untuk menghindar dari manusia.
Ayam memiliki bulu-bulu yang berwarna-warni.

Ayam suka makan beras.
Ayam mempunyai paruh untuk mematuk makanannya.
Ayam menghasilkan telur yang akan menetas menjadi anak ayam.
Ayam menghasilkan telur sebanyak 8 butir.
Induk ayam selalu menjaga anak-anak ayam.

An Exciting Learning at the Learning House


By. Mayang Prihatin

When the development of the temporary learning house was completed, I was so excited because it means I can study very well now. Not only an educative knowledge that you can get, but you can also make friends which most of them are very nice. The teachers are very helpful, cheerful and very caring. They are Miss Debby, miss Lucy, miss Uju and still more.

I like Miss Debby because sometimes she gave us some beautiful presents. I feel very lucky to have them in my life. I like Sunday learning activity because in that day there is a special program to improve children nutritions by providing them milk, eggs, and mung bean porridge for free.

The learning house also has some educative toys like cooking tools, ‘bee propolis’, and leggo. I prefer ‘bee propolis’ because it’s really fun!

Translated by Indriati Naland

SENANGNYA BELAJAR DI RUMAH BELAJAR


Karya Mayang Prihatin

Waktu tempat belajar dibangun, saya sangat senang karena saya bisa belajar di rumah belajar dengan baik. Selain saya bisa mendapat pengetahuan di rumah belajar, saya juga mendapatkan banyak teman. Mereka semua sangat baik. Saya juga mendapat seorang guru yang sangat baik. Guru belajar saya adalah Kak Debby, Kak Lucy, Kak Uju, dan lain-lain.

Kak Debby sangat baik pada saya. Seringkali saya dan teman-teman diberi hadiah. Hadiahnya sangat bagus. Saya merasa sangat beruntung mendapatkan guru-guru yang baik hati. Saya senang belajar setiap hari Minggu. Pada hari itu biasanya ada program peningkatan gizi anak. Menunya beragam, biasanya ada susu, telur, dan bubur kacang hijau.

Saya sangat beruntung bisa belajar di rumah belajar karena ada mainan yang sangat seru. Saya s jeuka main masak-masakan, permainan edukatif ‘sarang lebah’ (mirip permainan ular tangga), dan ‘susunan’ (sejenis lego). Saya paling suka permainan ‘sarang lebah’ karena sangat mengasyikkan.

My Dad


By. Janahtun

My name is Janahtun and I'm 10 years old. I have a dad named Suparmin. He works as a garbage picker in the garbage dump.

He collects plastic and glass bottles; aluminium and brass cans and put them inside the sack.

He works from 8 am to 3 pm. In the afternoon, I helps him to sort out all the things that he just collected.

We separate them in categories and put each of them in the separate sacks.We re-organise them once a week and sell them for about Rp.150,000. The money is used to buy rice, vegetable oil, kerosene, white sugar, etc

Once I grow up, I will help him to earn money!

Translated by Indriati Naland

BAPAKKU


Karya Janahtun

Nama saya Janahtun. Umur saya 10 tahun. Saya mempunyai ayah, namanya Suparmin. Ia bekerja sebagai pemulung di pembuangan sampah. Ia mencari barang-barang bekas, seperti botol aqua plastic, botol beling, aluminium, kaleng, dan kuningan. Ia bekerja dari jam 8 pagi hingga jam 3 sore. Pada sore hari, biasanya saya membantu Bapak untuk menyortir barang-barang bekas.

Barang-barang itu dipisahkan menurut golongannya. Setelah dipisahkan, dimasukkan ke dalam karung. Setelah barang-barang terkumpul kemudian dirapihkan setiap seminggu sekali. Barang-barang itu dijual ke bos lapak. Bapakku mendapat uang dari semua barang itu, biasanya berkisar Rp.150.000,-. Uang itu kami gunakan untuk membeli beras, minyak sayur, minyak tanah, gula pasir, dll.

Kalau saya sudah besar, saya ingin mencari banyak uang untuk membantu Bapak saya.