Cari Blog Ini

08 Agustus, 2010

PERIKSA GIGI


Karya Dicky

Pada Sabtu, 19 Juni 2010, saya periksa gigi. Gigi saya ditambal, rasanya enak, tidak sakit. Nama dokternya adalah dokter Hendro.

Saya ke tempat periksa gigi bersama Kak Qori’ah, Erna, dan Susi. Saya pulang ke Cakung setelah itu. Sekitar pukul 2 siang, baru kami boleh makan. Kami diajak makan oleh Kak Qori’ah di warteg. Setelah itu kami pulang rumah. Kami tiba sekitar pukul 3 sore.

My Experience Visiting a Dentist

By Erna

On Saturday, 19th June 2010, I went to visit a dentist together with Dicky and Yu Susi. We went to the dentist by motorcycle, accompanied by Kak Qori’ah and Kak Aung. The dentist is located in Ciliwung House.

Yu Susi and I had to go to tooth extraction, while Dicky has tooth examination and amalgamation. Before extracting the teeth, the dentist numbed my gum with an injection. Initially, I was a bit scared however, when the dentist did the injection, it was not too sore and I did not cry.

I paid Rp. 5,000.00 for administration fee. Then, I was told to pay volunterarily after the examination. As soon as all of us being examined, we went home. We arrived home around 3pm.

Translated by Anita Linggar

Note: Yu is a word used by people from Indramayu to call someone big sister.

PENGALAMANKU WAKTU KE DOKTER GIGI


Karya Erna

Pada Sabtu, 19 Juni 2010, saya pergi ke dokter gigi bersama Dicky dan Yu Susi. Kami pergi ke dokter gigi naik motor, diantar oleh Kak Qori’ah dan Kak Aung. Kami periksa gigi di sanggar Ciliwung.

Saya dan Yu Susi dicabut giginya, sedangkan Dicky hanya diperiksa dan ditambal. Sebelum dicabut, gusi saya disuntik. Awalnya deg-degan, ternyata saat disuntik, rasanya tidak sakit, dan saya tidak menangis.

Saya bayar lima ribu rupiah untuk uang pendaftaran dan sukarela saat keluar dari ruang praktek dokter. Setelah kami semua selesai diperiksa, kami pulang. Kami tiba di rumah sekitar pukul 3 sore.

Catatan
Yu : Panggilan untuk kakak perempuan bagi masyarakat Indramayu

Sex Education Event – Week 1



By Fanny Gizzela

On 4 July 2010, around 9AM, we gathered in Study House to go off to where the Sex Education event would be held that day. We would learn how to appreciate ourselves and others, in terms of the body, feelings and efforts.

Once we arrived, we were welcomed by a security guard however, when we were about to enter the main door, we were then welcomed by two big barking dogs. We then ran away out of the house, as we scared.

They welcomed and asked us to sit down. We were provided nice breakfast of warm sweet tea, bakwan and rice cakes. We straight away ate this beautiful breakfast.
A few minutes after that, the sex education class began. They distributed pieces of papers lining many songs. We sang all the songs on the paper. After that, we listened to the explanation about sex from Kak Alvi.

We then created handcraft items which was waving floor mat made of manila and origami papers. After making the mat, we watched a movie titled “How God creates Human?” Creating the floor mat is representing the process of God waving us with all the goodness and uniqueness.

Soon after the movie, we had another session. We did not realize that time went so fast and it was already 4pm. We asked for permission to go home. When we passed Pintu Air area, I got off from the car and reach Mosque Lane. I was happy to be home again.

Translated by Anita Linggar

PENGALAMANKU DALAM KEGIATAN SEX EDUCATION MINGGU I


Karya Fanny Gizzela

Pada Minggu, 4 Juli 2010, pukul 09.00 WIB, kami berkumpul di rumah belajar untuk berangkat bersama ke tempat kegiatan dalam rangka pelatihan kegiatan sex education yang pada hari itu membahas tentang penghargaan terhadap diri dan orang lain, baik dari tubuh, perasaan, dan hasil usaha.

Tiba disana, kami dipersilakan masuk oleh penjaga rumahnya, tapi tiba-tiba saat kami hendak masuk melalui pintu ruang tamu, kami disambut oleh gonggongan dua ekor anjing yang sangat besar. Karena ketakutan, kami pun langsung lari ke dalam rumah.

Di dalam rumah, kami dipersilakan duduk dan disajikan sarapan pagi berupa the manis hangat, bakwan dan lontong. Kami langsung menyantap sarapan pagi yang enak ini.

Beberapa menit kemudian, acara pun dimulai. Kami dibagikan selembar kertas yang bertuliskan lagu-lagu. Kami bernyanyi bersama seluruh lagu dalam kertas. Sesudah menyanyi, kami mendengarkan penjelasan dari Kak Alvi.

Lalu kami buat kerajinan tangan, membuat tikar dari karton dan kertas origami. Selesai membuat tikar, kami menonton film yang berjudul ‘Bagaimana Cara Tuhan Menciptakan Manusia?’ Membuat tikar diandaikan seperti bagaimana Tuhan merajut kita dengan semua kelebihan dan keunikan kita.

Setelah menonton film, kami memasuki acara lain. Tak terasa jam sudah menunjukkan pukul 16.00. Kami segera pulang, tanpa sadar, kami sudah sampai di Pintu Air, saya turun di gang Mesjid. Tiba di rumah, hati saya sangat senang.

My Day on Rara’s Birthday

By Harris

On Sunday, 27 June 2010, we celebrated Rara’s 10th birthday. We celebrated it together with friends in the Study House.

We enjoyed the birthday. We sang together and then ate. After eating, we received gifts from Rara. We were so happy to receive the gifts. After taking photo together, we walked Rara and her family to the end of the lane where they parked the car and said good bye. (translated by Anita Linggar)

PENGALAMANKU PADA ULANG TAHUN RARA


Karya Haris

Pada Minggu, 27 Juni 2010, ada acara ulang tahun Rara yang ke 10. Kami merayakan bersama teman-teman di rumah belajar.

Kami senang merayakan ulang tahun Rara. Kami bernyanyi bersama, setelah itu makan. Setelah makan, kami mendapat hadiah dari Rara. Kami sangat senang mendapat bingkisan hadiah. Setelah berfoto bersama, kami mengantar Rara dan keluarganya pulang sampai di ujung gang tempat mobilnya diparkir.