Cari Blog Ini

07 Februari, 2012

Di Rumah Baru

Karya Cynthia

Saya tinggal di rumah kontrakan sejak hari Senin, tgl. 21 November 2011. Rumah disana cukup luas, nyaman, dan hangat, tapi kami tidak bisa nonton TV lebih lama dan masak nasi di rice cooker. Karena kami tinggal bersama dengan tetangga kontrakan lain maka aliran listrik mesti dibagi dan tidak bisa pakai lebih (melebihi kapasitas – red.) bersamaan.

Tetangga kami baik dan ramah. Saya belum punya teman baru disana. Adik saya sudah punya beberapa teman baru, namanya Putri, Siti, Uznul, dan Ugi. Di daerah rumah baru, banyak warung. Adik saya, Gio, suka minta jajan terus.

Pada pagi hari, Bapak saya berangkat kerja naik sepeda, cari rongsokan (sebagai pemulung, cari barang rongsokan – red.). Ibu saya jalan kaki ke tempat kerjanya. Saya juga berangkat sekolah. Tetangga-tetangga saya menjaga adik-adik saya.

Di rumah baru, saat musim hujan, kami kebanjiran, sehingga kami tidak bisa tidur malam. Saya kesal karena banjir, saya tidak bisa tidur, apalagi rumah jadi bau.

Sejak turun hujan terus, dari hari Selasa, 10 Januari 2012, kami sekeluarga mengungsi di tenda belajar. Tenda biru tempat kami belajar besar sekali, jadi kami bisa berteduh dan tinggal sementara disana.

Saya tidur di bale bersama keluarga, kami masak dengan kayu bakar. Pulang sekolah saya langsung ke tenda biru. Saya ganti pakaian dan makan. Setelah itu, biasanya saya bermain-main dengan Intan. Bapak Ibu Intan masih di tempat lama, walau rumahnya sudah dirobohkan, tapi kami masih berkebun disana. Intan selalu ada disana sepulang sekolah.

Sekarang rumah baru saya adalah tenda belajar, dekat dengan rumah lama saya yang sudah jadi puing.

School Holiday

By Dicky

On 24th December 2011 (Christmas Eve), my school starts the holiday. My older brother invites me to go to Cibodas Botanical Garden in Puncak. We departed at 10 am, by motorcycle.

On the way, we got wet because of the rain and trapped in traffic jam. I feel tired. Finally we got off from the motorcycle and stopped by a little food shop. We had chicken noodle. I bought chiki. After that, we continued our journey.

My clothes are still wet. I fell asleep. When I woke up, I just realize that we have arrived at Cibodas Botanical Garden .

We walk around and went towards the waterfall. The air is cool there and the view is so beautiful. There are many people selling food, clothes and other stuff. I bought some souvenirs there.

We went home in the afternoon. On our way home, again we trapped in traffic jam. We dropped in at Indomart. My brother bought us some traditional drink and chiki for me.

After the road which was choc-a-bloc with vehicles starts easing, we can continue our journey smoothly. On the way, I soundly fell asleep and only woke up, as we got home.

Translated by Tonny Tjhai

Libur Sekolah

Karya Dicky

Pada tgl.24 Desember 2011, sekolah saya mulai libur. Kakak saya mengajak saya untuk berlibur di kebun raya Cibodas, Puncak. Kami berangkat pukul 10 pagi, naik motor.
Di jalan, kami kehujanan dan terjebak macet. Saya merasa capek. Akhirnya kami turun dari motor dan mampir di warung. Kami makan mie ayam. Saya beli chiki (snack gurih – red.). Habis makan, kami lanjutkan perjalanan.

Baju saya masih basah kuyup. Saya tertidur. Saat saya bangun, saya baru sadar kalau kami sudah sampai di kebun raya Cibodas.

Kami berjalan-jalan menuju air terjun. Disana udaranya sejuk dan pemandangannya indah sekali. Ada banyak orang yang berjualan makanan, pakaian, dan lain-lain. Saya beli oleh-oleh disana.

Sore hari kami pulang. Di jalan, kami terjebak macet kembali. Kami mampir di Indomart. Kakak saya membelikan kami jamu tolak angin dan chiki untuk saya. Setelah jalan yang dipenuhi kendaraan sudah mulai lowong, kami berjalan dengan lancar. Dalam perjalanan pulang, saya tertidur lelap dan tersadar ketika sudah sampai di rumah.

06 Februari, 2012

My New House

by Tia

On Tuesday, 22 November 2011, my family and I moved to a new house as our house was demolished. Our new house is quite big and nice. It is not too far from my old house. There is a fish pond inside the house and the fish are quite big.

When we entered the house for the first time, we found the house was quite dirty and dusty. My mom immediately grabbed a broom and started to sweep the floor. After that, I helped mom to arrange our belongings in the new house. My mom put the television in the lounge. After we arranged the furniture, I took a break and fell asleep. In the late afternoon, mom woke me up. She asked me to wash the dishes. After washing the dishes, I took a bath. After that, I went to learn praying with my sister. After praying, I studied and then watched television.

I like to live in the new house as it is quite comfortable and spacious. I did not realise that we only have been living here for more than a month now. It seems, we've been here for years.

Translated by Anita Linggar

Rumah Baruku

Karya Tia

Pada hari Selasa, 22 November 2011, saya dan keluarga pindah ke rumah baru karena rumah saya digusur. Rumah baru saya luas dan bagus. Rumah baru saya dekat dengan rumah lama saya. Di dalam rumah baru saya ada kolam ikan. Ikan di dalamnya besar-besar.

Ketika pertama kali masuk ke rumah baru, rumahnya sangat kotor dan banyak debu. Ibu saya langsung mengambil sapu dan mulai menyapu. Setelah itu saya membantu Ibu membereskan barang-barang ke dalam rumah baru. Ibu saya meletakkan TV di ruang tamu. Setelah barang-barang ditata dengan rapi, saya beristirahat hingga tertidur. Sore hari, Ibu membangunkan saya. Ibu meminta saya untuk mencuci piring. Selesai mencuci piring, saya mandi. Selesai mandi, saya pergi mengaji bersama adik saya. Pulang mengaji, saya belajar, setelah itu menonton TV.

Saya senang tinggal di rumah baru karena rumahnya nyaman dan luas. Tak terasa sudah 1 bulan lebih saya tinggal di rumah baru, rasanya seperti sudah bertahun-tahun tinggal disana.

Moving To a New House

by Intan

When we moved into a new house, I felt sad as we had to leave our house near rice field. In the new house, initially I did not go out to play as I had not known anyone yet. But, I now have new friends, they are Diah and Devka. Diah is a kind-hearted girl and Delva, her brother is quite naughty.

I live together with my family, grandma and grandpa. Our new house is quite big. It is close to Masri'ah's house.

On school days, I usually go to the rice field straight after school instead of going to home. I helped my mom in the field. I used to play with my brother only, but now, I can play together with Cynthia, Umi, Lina-Lini and Gio. We like to play cooking, hunting for cherries (we eat them up) and noni fruit. We use the noni fruit as material in cooking play.

In the afternoon, I watch television with my brother, grandma and mom. I usually take a bath in the rice field before heading home. During school holiday this time, I spent most of my time to play in the rice field.

The point of my story is that eventhough I have moved house, it does not mean I could not play in the rice field anymore. I even have more opportunities to spend my time in the rice field.

Translated by Anita Linggar

Pengalaman Pindah ke Rumah Baru

Karya Intan

Pada saat pindah ke rumah baru, saya merasa sedih, karena harus pergi dari sawah. Di rumah baru, saya tidak pernah main dengan teman-teman lain karena saya belum kenal. Tapi kini saya sudah punya teman baru, namanya Diah dan Delva. Diah baik hati, sedangkan Delva, kakaknya bandel.

Saya tinggal bersama keluarga dan Nenek Kakek. Rumah baru saya besar. Rumah saya dekat dengan rumah Masri’ah.

Saat hari sekolah, saya biasanya pulang sekolah tidak pulang ke rumah, melainkan ke sawah, ikut Mama saya berkebun. Saya bermain-main di sawah bersama adik, tapi kini saya bisa bermain-main Cynthia, Umi, Lina-Lini, dan Gio. Kami biasa bermain masak-masakan, cari buah ceri, untuk dimakan, dan buah mengkudu untuk mainan. Sore hari baru saya pulang ke rumah baru bersama Ibu dan adik.

Sore hari, biasanya saya nonton TV bersama adik, Nenek, dan Ibu saya. Saya biasanya mandi dulu di sawah, baru pulang ke rumah baru. Libur sekolah kali ini, saya habiskan waktu untuk bermain di sawah.

Walau sudah pindah ke rumah baru, bukan berarti saya tidak bisa main ke sawah, bahkan waktu saya justru lebih banyak saya habiskan di sawah.